Waka Polres Luwu utara Pimpin sidang pra nikah anggota

Tribratanewspolresluwuutara.com – Kepolisian Resor Luwu Utara Bagian Sumber Daya Manusia menggelar kegiatan sidang pra nikah ( Nasehat Pembinaan Perkawinan ) bagi anggota Polres Luwu Utara, Rabu (13/03/2019)

Kegiatan Tersebut di pimpin langsung oleh Waka Polres Luwu Utara Kompol Amir Majid didamping Kepala Bagian Sumber Daya Manusia ( Kabag Sumda ) Kompol Simon , S.H, kegiatan tersebut berlangsung dengan menghadirkan 2 pasang calon pengantin yang bertempat di Aula Polres Luwu Utara.

Sidang ini telah di atur di dalam Peraturan Kapolri Nomor : 6 tahun 2018 Tanggal 24 Mei 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 9 tahun 2010 tanggal 19 Maret 2010 tentang tata cara pengajuan Perkawinan,

Perceraian, dan Rujuk bagi Pegawai Negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sehingga wajib hukumnya bagi anggota polri menikah secara kedinasan agar status suami istri terakui secara sah dalam kedinasan, dimana setiap calon mempelai perempuan dapat terakui sebagai bhayangkari karena telah menikah dengan anggota polri.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh beberapa orang anggota polres Luwu Utara serta keluarga dari masing-masing calon pengantin.

“ Saya selaku Waka Polres Luwu Utara secara pribadi maupun kedinasan mengucapkan selamat kepada anggota-anggota saya yang melaksanakan sidang pada hari ini, saya berharap pasang-pasangan yang ada di hadapan saya dapat menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dalam mengarungi bahtera rumah tangga”. Terang Waka Polres Luwu Utara Kompol Amir

Dalam sidang pernikahan tersebut ibu ketua cabang bhayangkari Luwu Utara yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh ibu Kapolsek Malangke barat juga menjelaskan tentang tata cara penggunaan pakaian bhayangkari, karena calon mempelai perempuan nantinya akan menjadi seorang bhayangkari, yang tentunya akan mendampingi suaminya sebagai abdi negara.

“ Saya ingatkan kepada calon mempelai yang ada di hadapan saya bahwa menjadi istri seorang polri itu tidaklah mudah, jadi saya mohon jika ada permasalahan di dalam rumah tangga jangan cepat-cepat melakukan tindakan dengan melaporkan suami kepada pimpinan atau provos, coba untuk di selesaikan terlebih dahulu secara kekeluargaan, karena kasian nanti suaminya di proses, yang menjadi korban adalah anak” Pesannya kembali di akhir sidang.

Related Posts